Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama pembangunan Lampung. Penguatan akhlak dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dinilai penting dalam membentuk generasi yang berkualitas.
Lampung (Netizenku.com): Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Sabilul Musthofa, Jati Agung, Lampung Selatan, Selasa (22/9/2026) malam.
Menurut Mirza, Nabi Muhammad SAW harus menjadi suri teladan sekaligus panduan dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam membangun Provinsi Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya memiliki cita-cita agar seluruh masyarakat Lampung menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panduan dalam kehidupan. Begitu juga dalam membangun Lampung. Panduan kita adalah bagaimana Rasulullah SAW menjalankan kepemimpinannya dengan keteladanan dan akhlak yang mulia,” ujar Mirza.
Ia mengatakan Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan agama melalui ucapan, tetapi juga melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya berdagang dengan jujur, bersikap lembut kepada keluarga, menghormati tetangga, memuliakan orang tua, menyayangi anak-anak, serta menolong orang yang lemah.
“Bahkan kepada orang yang berbeda agama, Rasulullah SAW tetap menunjukkan akhlak yang mulia,” katanya.
Karena itu, Mirza mengajak masyarakat Lampung menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, peran alim ulama dan pondok pesantren semakin penting di tengah perkembangan media sosial dan perubahan kehidupan masyarakat. Para ulama dinilai memiliki peran dalam menjaga nilai dan moral masyarakat di tengah arus perubahan zaman.
“Kehadiran para kiai dan pondok pesantren turut menjaga moral, akhlak, serta arah kehidupan masyarakat agar tetap sesuai dengan tuntunan dan sunah Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Mirza menegaskan kemajuan daerah tidak hanya ditentukan pembangunan infrastruktur, gedung, maupun teknologi. Kehidupan masyarakat yang memiliki akhlak baik juga menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang aman, damai, dan tenteram.
“Karena itu, hidup di dunia ini bukan hanya tentang mengejar kemajuan, tetapi juga mencari perdamaian, ketenangan, lingkungan yang baik, dan suasana kehidupan yang baik,” katanya.
Ia mengatakan upaya tersebut tidak dapat hanya dilakukan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan alim ulama dan pondok pesantren.
Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Mirza menyampaikan terima kasih kepada para kiai dan alim ulama atas peran serta kontribusinya dalam kehidupan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi peran pondok pesantren, termasuk Pondok Pesantren Sabilul Musthofa, dalam membentuk generasi muda. Pesantren dinilai menjadi tempat anak-anak mendapatkan pembelajaran agama, arah kehidupan, serta pembinaan akhlak.
“Inilah arah pembangunan kita ke depan. Pembangunan tidak hanya tentang membangun jalan. Jalan tentu kita perbaiki, mana yang berlubang kita perbaiki. Tetapi pembangunan yang menjadi fokus utama adalah membangun sumber daya manusia,” ujar Mirza.
Mirza menekankan pembentukan karakter dan penanaman nilai agama menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas generasi muda Lampung. Karena itu, ia menitipkan kepada para kiai dan alim ulama untuk terus memperkuat kualitas SDM di Provinsi Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung, kata dia, terus melakukan berbagai upaya melalui sejumlah program. Salah satunya bekerja sama dengan BAZNAS untuk menghadirkan program Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an.
Ke depan, Pemprov Lampung juga akan mengembangkan gagasan Satu Desa Satu Ulama. Melalui program tersebut, setiap desa diharapkan memiliki ulama yang dapat menjadi tempat masyarakat belajar agama sekaligus berperan dalam pembinaan generasi.
“Doakan saya dan kami semua agar bisa menjalankan program-program ini dengan baik, semoga Allah SWT memberikan kemudahan agar Provinsi Lampung menjadi lebih baik ke depannya,” katanya.
Kepada para santri dan generasi muda Lampung, Mirza berpesan agar terus memperkokoh nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Apabila akhlak Rasulullah SAW hadir dalam kehidupan masyarakat, insyaallah keluarga akan menjadi sakinah, mawaddah, warahmah, lingkungan lebih damai, dan Lampung tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga kuat dalam karakter masyarakatnya,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Sabilul Musthofa, KH Ahmad Romli Latif, mengapresiasi langkah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam merespons persoalan infrastruktur, khususnya kondisi jalan berlubang.
“Di mana ada informasi jalan berlubang-lubang, langsung ditengok dan diperbaiki. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin,” ujar Romli.
Romli juga mengajak para kiai, alim ulama, dan masyarakat mendoakan Gubernur Lampung serta para bupati/wali kota agar diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah dan keberkahan dalam setiap ikhtiar pembangunan di Provinsi Lampung.
“Supaya diberikan kesehatan lahir dan batin serta kemudahan dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya bagi masyarakat Lampung,” katanya.
Ia turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pondok pesantren dan berbagai program keagamaan, termasuk Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an.
“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk Gubernur kita, keberkahan kepada ulama-ulama kita,” katanya. (*)








