Produksi Padi Lampung Naik 15 Persen, DPRD Ingatkan Soal Harga Gabah

Suryani

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi II DPRD Provinsi Lampung mengapresiasi peningkatan produksi padi di Lampung yang mencapai 14–15 persen sepanjang 2025.

Lampung (Netizenku.com): Capaian itu dinilai sebagai sinyal positif bagi ketahanan pangan daerah dan ditargetkan bisa menembus 20 persen pada 2026.

Anggota Komisi II DPRD Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, mengatakan kenaikan tersebut bukan terjadi secara instan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, lonjakan produksi merupakan hasil kerja keras petani yang ditopang berbagai program pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat.

Baca Juga  DPRD Lampung Sebut Pembayaran Iuran BPJS dan Skema UHC Relatif Lancar

“Capaian ini bukan hanya hal yang bisa kita apresiasi begitu saja. Ini menunjukkan kerja keras petani kita, sekaligus dukungan program pemerintah, mulai dari perbaikan irigasi, ketersediaan pupuk, hingga pendampingan teknis di lapangan yang akan terus diperkuat,” ujar Fatikhatul, Rabu (7/1/2026).

Meski demikian, legislator yang akrab disapa Mbak Khoir itu mengingatkan agar peningkatan produksi tidak berhenti pada capaian angka semata.

Baca Juga  Motor Wartawan Pemprov Lampung Dicuri di Depan Balai Keratun Saat Jam Kerja

Ia menekankan pentingnya penguatan tata niaga serta perlindungan harga gabah agar lonjakan produksi berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

Menurut dia, peningkatan produksi justru berpotensi menjadi persoalan bila tidak diiringi kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga, terutama saat panen raya.

Fluktuasi harga gabah, kata dia, kerap membuat petani tak menikmati hasil optimal dari peningkatan produktivitas.

Baca Juga  Ketua DPRD Lampung: LHP BPK Harus Jadi Instrumen Perbaikan Sistem Pemerintahan

“Jangan sampai produksi meningkat, tetapi kesejahteraan petani stagnan atau bahkan menurun karena harga jatuh saat panen raya. Harus ada jaminan bahwa peningkatan produktivitas juga sejalan dengan peningkatan kesejahteraan petani,” katanya.

Ia mendorong pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan, termasuk BUMD pangan dan lembaga terkait, memastikan kebijakan perlindungan harga gabah berjalan efektif.

Dengan begitu, peningkatan produksi diharapkan memberi manfaat ekonomi berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan Lampung. (*)

Berita Terkait

Mirzani Ajak Warga Lamsel Jaga Persatuan Saat Safari Ramadan
KPTPH Lampung Pastikan Stok dan Keamanan Pangan Aman Jelang Idulfitri
Jihan Nurlela Serahkan 130 Paket Sembako untuk Siswa Difabel
Safari Ramadhan di Lampung Timur, Wagub Jihan Tinjau Infrastruktur dan Salurkan Bantuan
Jihan Terima Kanwil Ditjenpas, Bahas Implementasi KUHP dan KUHAP Baru
Pemkab Tulang Bawang Ajukan Pinjaman Rp43 Miliar, DPRD Lampung Optimistis Bank Lampung Mampu
PLN Nyalakan Harapan 34 Keluarga Pra Sejahtera di Lampung
Negosiasi Mentok, OpenAI Digugat Asosiasi Media Denmark

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:25 WIB

Mirzani Ajak Warga Lamsel Jaga Persatuan Saat Safari Ramadan

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:06 WIB

KPTPH Lampung Pastikan Stok dan Keamanan Pangan Aman Jelang Idulfitri

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:00 WIB

Jihan Nurlela Serahkan 130 Paket Sembako untuk Siswa Difabel

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:55 WIB

Safari Ramadhan di Lampung Timur, Wagub Jihan Tinjau Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:03 WIB

Jihan Terima Kanwil Ditjenpas, Bahas Implementasi KUHP dan KUHAP Baru

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:31 WIB

PLN Nyalakan Harapan 34 Keluarga Pra Sejahtera di Lampung

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:25 WIB

Negosiasi Mentok, OpenAI Digugat Asosiasi Media Denmark

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:09 WIB

Gubernur Lampung Tinjau Perbaikan Jalan Gunung Batin–Daya Murni, Prioritas Fungsional Jelang Lebaran

Berita Terbaru