Warga dan Pelajar Keluhkan Jembatan Kampung Putralempuyang Ditutup

Redaksi

Jumat, 16 November 2018 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Tengah (Netizenku.com): Pasca penutupan jembatan penghubung antara Kampung Putralempuyang, Kecamatan Waypengubuan dan Kampung Qurniamataram, Kecamatan Seputihmataram oleh pemilik jembatan Wayan Slamet Warga Kampung Trimulyomataram, berimbas pada perekonomian dan pelajar.Warga dan pelajar dari Kampung Putralempuyang mengeluhkan penutupan tersebut.

Pasalnya, jembatan yang dibangun Wayan Slamet di atas tanah pribadinya terpaksa ditutup, itu setelah salah seorang pengurus jembatan diketahui berurusan dengan aparat kepolisian, Jumat lalu (9/11).

Diketahui, jembatan tersebut merupakan akses terdekat perekonomian warga Kampung Putralempuyang. Karena hampir semua warga kampung melakukan aktivitas berdagang di Pasar Merapi Kecamatan Seputihmataram. Jembatan tersebut juga merupakan akses utama pelajar dari Kampung Putralempuyang yang bersekolah di seberang sungai tersebut. Selain itu, jembatan tersebut juga menjadi akses bagi para pekerja PT GGF dari Kecamatan Seputihmataram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, mereka harus memutar arah sekitar tujuh kilometer untuk menyeberangi sungai tersebut melalui jembatan milik warga yang lain. Mereka juga mengeluhkan akan keselamatan, bila harus memutar arah. Pasalnya, mereka harus melewati kebun nanas berkilo-kilo meter jauhnya bila harus melewati jembatan lain.

\”Kami harus memutar arah melalui kebun Nanas milik PT GGF bila harus berangkat sekolah ke kampung seberang. Dan kami khawatir akan keselamatan kami, karena kami harus melewati perkebunan berkilo-kilo jauhnya,\” ujar Darianto, salah satu pelajar SMK di Seputihmataram dari Kampung Putralempuyang.

Kepala Kampung Putralempuyang Sungkono, menyayangkan penutupan jembatan tersebut. Karena, tidak ada koordinasi terlebih dahulu ke pihak Kampung Putralempuyang.

Sungkono juga mengatakan, selama ini pemilik jembatan tidak pernah berkordinasi dengannya, serta tidak pernah ada kontribusi pemilik jembatan, meskipun sebagian jembatan tersebut berdiri di atas Kampung Putralempuyang.

\”Itu jembatan pribadi, ya kita gak bisa berbuat apa-apa karena yang menutup pemiliknya sendiri. Selama ini, pemilik jembatan tidak pernah berkordinasi kepada pihak kampung, dan tidak pernah ada kontribusi jembatan tersebut untuk kampung. Mengenai penutupan atau penangkapan salah satu pengurus jembatan, hingga saat ini tidak ada koordinasi juga,\” beber Sungkono.(sansurya)

Berita Terkait

Pengembangan OTT, KPK Bakal Periksa Kepala Satker Lain di Lamteng
Reses Hari Terakhir, Munir Salurkan PIP di Rumbia dan Kota Gajah
Reses Hari ke-5, Munir Abdul Haris Tegaskan Komitmen Bangun Desa
Hari Kedua Reses, Munir Bantu Siswa Kurang Mampu di Lamteng
Munir Serap Aspirasi Warga Anak Tuha
Surajaya Minta Generasi Penerus Bangsa Wajib Jaga Pancasila
Pemprov Lampung Luncurkan Program MBG di Lamteng: Dorong Peningkatkan SDM dan Ekonomi Desa
Anggota DPRD Lampung Ajak Perempuan Bangun Bangsa

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:39 WIB

Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:51 WIB

Pemprov Lampung Tebar 50 Ribu Benih Ikan dan Bersih Bersih di PKOR Way Halim

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:38 WIB

Wakil Gubernur Lampung Resmikan Penerbangan Internasional Lampung–Kuala Lumpur

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:00 WIB

DPRD Lampung Dorong Keberlanjutan Rute Internasional Lampung–Malaysia

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:27 WIB

Gubernur Mirza Pimpin HLM TPID Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:59 WIB

Kostiana Dorong Digitalisasi UMKM di Peringatan HUT ke-51 IWAPI Lampung

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:20 WIB

Yusnadi, Jembatan Kali Pasir Segera Dibangun, Ada Solusi Sementara

Senin, 9 Februari 2026 - 23:55 WIB

Pemprov Lampung Raih Opini Kualitas Tertinggi Ombudsman RI

Berita Terbaru