Produksi Padi Lampung 2025 Melimpah, Bukti Kedaulatan Pangan Makin Nyata dan Jadi Kado Doktor Elvira

Ilwadi Perkasa

Selasa, 11 November 2025 - 03:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTH) Lampung, Elvira Umihani baru saja meraih gelar Doktor Ilmu Pertanian dari Universitas Lampung pada Senin, 10 November 2025.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTH) Lampung, Elvira Umihani baru saja meraih gelar Doktor Ilmu Pertanian dari Universitas Lampung pada Senin, 10 November 2025.

Provinsi Lampung akan menutup tahun 2025 dengan kabar menggembirakan dari sektor pangan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung menunjukkan, luas panen padi tahun ini diperkirakan mencapai 597,48 ribu hektare, naik 12,37 persen dibanding 2024. Produksi gabah kering giling (GKG) melonjak 14,65 persen menjadi 3,20 juta ton, atau setara 1,84 juta ton beras untuk konsumsi masyarakat.

Peningkatan ini makin menegaskan Lampung sebagai lumbung pangan strategis nasional, di tengah perubahan iklim dan fluktuasi harga beras global. Produktivitas petani yang meningkat menjadi sinyal bahwa sektor pertanian Lampung masih menjadi penopang utama ekonomi daerah.

Tiga daerah masih mendominasi panggung produksi padi, Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan. Lampung Tengah menghasilkan 695,58 ribu ton GKG naik 13,28 persen, Lampung Timur mencapai 521,80 ribu ton GKG naik 8,10 persen, Lampung Selatan melonjak tajam 39,11 persen menjadi 442,14 ribu ton GKG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiganya menjadi tulang punggung ketahanan pangan provinsi, sekaligus rumah bagi jutaan petani yang menggantungkan penghidupan pada sawah-sawah dataran subur di pesisir selatan Sumatra itu.

BPS juga mencatat adanya pergeseran puncak panen dari Mei ke April 2025, dengan luas panen mencapai 139,26 ribu hektare. Pergeseran ini diperkirakan akibat adaptasi iklim dan perubahan pola tanam, yang mempercepat musim panen di beberapa sentra produksi. Namun, pergantian waktu panen juga berarti tantangan baru dalam menjaga stabilitas harga.

Baca Juga  Gubernur Mirza Hadiri Apel Akbar Satlinmas di Jawa Tengah

Peningkatan produksi ini  beriring dengan tren nasional yang juga menguat. Pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyebut bahwa tahun 2025 menjadi capaian tertinggi produksi beras dalam lima tahun terakhir.  Sesuai laporan BPS produksi beras naik 4,1 juta ton dan itu tertinggi sejak perubahan data BPS.

Kenaikan produksi itu membawa dampak langsung pada kokohnya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang kini menembus lebih dari 3,9 juta ton, terdiri atas 3,74 juta ton CBP dan 180 ribu ton stok komersial. Ini merupakan posisi tertinggi dalam 18 tahun terakhir tanpa pasokan impor,  menandai tonggak penting era swasembada beras tanpa impor.

Presiden Prabowo Subianto turut mengapresiasi capaian ini. “Alhamdulillah, pemerintah yang saya pimpin berhasil. Produksi pangan kita tertinggi. Cadangan pangan terbesar,” ucapnya saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta (4/11/2025).

Bagi Lampung, momentum ini memperkuat posisi sebagai provinsi agraris strategis di Sumatera. Dengan suplai beras yang stabil dan kontribusi besar terhadap stok nasional, Lampung ikut menjaga kestabilan harga beras di pasar domestik. Provinsi ini turut memperkuat cadangan nasional dan menahan laju inflasi pangan di Sumatera bagian selatan. Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani pada Oktober 2025 berada di kisaran Rp6.100–Rp6.400/kg, relatif stabil meski biaya produksi meningkat. Hal ini menunjukkan adanya keseimbangan pasokan dan permintaan yang mulai membaik.

Baca Juga  Mikdar Ilyas Dorong Pemprov Lampung Siapkan Anggaran Khusus Penanganan Bencana

Namun, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan produksi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan. Gubernur berpendapat,  bahwa dua faktor penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas adalah ketersediaan SDM yang unggul dan infrastruktur pendukung. Hal itu sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam visi Indonesia Emas 2025–2030, sehingga peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama.

Ia menjelaskan, sekitar 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung masih ditopang oleh sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, sementara kontribusi industri pengolahan baru mencapai 16 persen. Artinya, banyak komoditas lokal belum memperoleh nilai tambah optimal.

“Kami percaya, semakin tinggi kualitas SDM kita, maka semakin besar pula potensi nilai tambah yang bisa diciptakan dari komoditas-komoditas unggulan Lampung,” tambahnya.

Arah kebijakan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang fokus pada peningkatan SDM dan infrastruktur pertanian sejalan dengan strategi nasional memperkuat hilirisasi pangan. Pemerintah pusat juga menyiapkan langkah konkret seperti pembangunan gudang Bulog senilai Rp5 triliun di berbagai daerah, termasuk Lampung, serta memperkuat operasi pasar dan sinergi Satgas Pangan untuk menjaga stabilitas harga dari desa hingga pasar nasional.

Baca Juga  DPRD Lampung Minta Sidak Peredaran Beras Usai Temuan 25 Merek Bermasalah

Kado Doktor Elvira

Di tengah kabar baik ini, Lampung juga mendapat tambahan kebanggaan lain. Capaian produksi yang melimpah menjadi kado manis bagi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTH) Lampung, Elvira Umihani, yang baru saja meraih gelar Doktor Ilmu Pertanian dari Universitas Lampung pada Senin, 10 November 2025.

Elvira resmi menjabat Kadis KPTH Lampung pada 5 Agustus 2025, setelah sebelumnya memimpin Bappeda Lampung. Sosoknya dikenal luas di kalangan birokrasi pertanian dan juga menjabat Ketua Umum Ikatan Alumni Pertanian Universitas Lampung (Ikaperta Unila).

Dalam wawancara singkat, Elvira menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak hanya soal angka produksi, tetapi juga tentang kesejahteraan petani. “Kita tidak bisa bicara swasembada pangan kalau kesejahteraan petani diabaikan. Yang menanam dan berbudidaya itu para petani kita. Maka insentif dan perhatian harus diberikan. Dengan begitu, petani akan semangat menanam. Ini bukan hanya soal ketahanan pangan, tapi juga keberlanjutan ekonomi petani,” tegasnya.

Capaian akademik dan profesional Elvira menjadi simbol baru dari sinergi ilmu, kebijakan, dan aksi nyata. Sebuah harmoni yang menegaskan Lampung tak hanya menanam padi, tapi juga menanam masa depan. ***

 

 

Berita Terkait

Komisi V DPRD Lampung Dorong Direktur Baru RSUDAM Lanjutkan Program Pendahulu
Razia Kendaraan di Lampung Sasar Kelengkapan STNK dan Pajak
Pemkot Bandar Lampung Sosialisasikan Bahaya Liquid Vape ke Sekolah Mulai 21 Oktober
Gubernur Lampung Instruksikan Percepatan Penanganan Karhutla dan Penguatan Mitigasi
Jihan Nurlela Perkuat Penanganan Karhutla TNWK, 350 Personel Gabungan Dikerahkan
HUT ke-18 PIRA Lampung, Salurkan 100 Paket Sembako dan Tebar Benih Ikan di Pesawaran
Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional
Rezki Wirmandi: Di Balik Kesibukan Politik, Keluarga Tetap Jadi Rumah untuk Pulang

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Bupati Tanggamus Pastikan Relokasi Pasar Talang Padang Berlanjut, Pedagang Digratiskan Sewa Selama 12 Bulan

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:55 WIB

Delapan Siswa SMPN 1 Talangpadang Alami Keluhan, Sampel Makanan Diuji Laboratorium

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:52 WIB

Tanggamus Jajaki Beasiswa dan Investasi dengan Turki

Senin, 20 Juli 2026 - 20:35 WIB

RSUD Batin Mangunang Akui Minim Sosialisasi SOP Pelayanan

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:32 WIB

DPRD Tanggamus Setujui LKPj Bupati 2025, Rekomendasikan Perbaikan Kinerja Pemerintahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:37 WIB

Sekda Tanggamus Minta Pekon Prioritaskan Layanan Kesehatan Primer

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:59 WIB

PBI BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Dinsos Tanggamus Sarankan Warga Beralih Sementara ke Peserta Mandiri

Senin, 22 Juni 2026 - 20:19 WIB

Tanggamus Raih WTP Kedua Berturut-turut, Bupati Dorong Transparansi APBD

Berita Terbaru

Pringsewu

Wabup Pringsewu Imbau Orangtua Hargai Proses Tumbuh Kembang Anak

Selasa, 20 Okt 2026 - 19:13 WIB

Lampung Selatan

HUT ke-62 Golkar, DPD Lampung Selatan Santuni 20 Anak Yatim-Piatu

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:49 WIB

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Siapkan Anggaran Pelaksanaan Putusan MA Terkait SDN Pagar Dewa

Senin, 19 Okt 2026 - 19:11 WIB