Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung Mikdar Ilyas mendorong Pemerintah Provinsi Lampung memperluas pelaksanaan Gerakan Serentak Penetrasi Pasar atau pasar murah untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Lampung (Netizenku.com): Mikdar mengapresiasi langkah Pemprov Lampung yang melibatkan pemerintah kabupaten dalam pelaksanaan pasar murah di sejumlah wilayah yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, pemerintah Provinsi Lampung melakukan tindakan nyata dengan melibatkan seluruh kabupaten melalui kegiatan pasar murah di sejumlah wilayah yang memang membutuhkan,” ujar Mikdar saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Mikdar, pasar murah membantu masyarakat memperoleh beras dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga lebih terjangkau. Kegiatan tersebut juga dapat menekan potensi kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti beras, minyak goreng, dan gula.
Ia menilai respons pemerintah terhadap persoalan yang disampaikan masyarakat menunjukkan adanya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan Bulog.
“Ketika masyarakat menyuarakan dan menyampaikan persoalan kepada wakilnya yang duduk di dewan, kemudian kita sampaikan melalui media, persoalan tersebut direspons oleh pemerintah daerah dan Bulog,” katanya.
Mikdar berharap pelaksanaan pasar murah tidak berhenti di 97 titik, tetapi dapat diperluas ke wilayah lainnya selama masih memungkinkan.
“Selagi memungkinkan, semakin banyak titik pasar murah tentu semakin bagus. Dengan demikian, masyarakat, khususnya kalangan bawah, sangat terbantu,” ungkapnya.
Ia juga mendorong agar pasar murah tidak hanya digelar pada momentum hari besar keagamaan atau menjelang hari raya. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dilaksanakan secara berkelanjutan ketika terjadi persoalan harga maupun ketersediaan bahan pokok.
“Harapan kita, pasar murah bukan hanya dilaksanakan pada momen-momen hari besar atau menjelang hari raya, tetapi bisa dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Selain pasar murah, Mikdar melihat perhatian pemerintah terhadap masyarakat juga terlihat melalui berbagai program bantuan, seperti pupuk, alat pertanian, dan bibit. Program tersebut dinilai penting untuk membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama petani.
Terkait kondisi kemarau panjang dan ketersediaan pangan, Mikdar mendorong Bulog bersama dinas terkait menjaga cadangan beras agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran.
“Cadangan beras yang dimiliki Bulog harus terus dijaga. Tentunya Bulog perlu bekerja sama dengan dinas terkait sesuai arahan gubernur agar cadangan beras tidak sampai langka di pasaran,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan ketersediaan beras medium berkualitas apabila pasokan beras premium terbatas.
“Paling tidak, kalau beras premium memang terbatas, beras medium yang berkualitas harus selalu tersedia di tengah masyarakat. Dengan begitu, masyarakat merasa nyaman dan aman, serta mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Mikdar menegaskan, upaya menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya petani.
“Kita ingin melihat kondisi bahan pokok tetap stabil dan pendapatan masyarakat, khususnya petani, semakin meningkat,” pungkasnya. (*)








