Cabang olahraga (cabor) catur PWI Lampung membidik tiga medali emas pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.
Pringsewu (Netizenku.com): Target tersebut disampaikan Manager Catur PWI Lampung Sujarwo saat latih tanding atlet catur PWI Lampung melawan pecatur senior Lampung di Nasi Kapau Safari, Jalan Way Ratai, Sukajaya Lempasing, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Minggu (4/10/2026).
Sujarwo mengatakan, sebagai tuan rumah Porwanas 2027, PWI Lampung tidak hanya dituntut sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga mampu meraih prestasi dalam pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Target kami meraih tiga medali emas. PWI Lampung tidak hanya harus sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga berhasil mendulang prestasi, termasuk dari cabang olahraga catur,” ujar Sujarwo.
Menurutnya, latih tanding perlu dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kemampuan sekaligus kepercayaan diri atlet. Hasil setiap latih tanding akan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan komposisi tim yang akan diturunkan pada Porwanas 2027.
Sujarwo juga menyampaikan rencana menggelar turnamen mini yang melibatkan atlet catur PWI dari wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan PWI Jakarta pada akhir November 2026.
Rencana tersebut akan dikoordinasikan dengan Ketua PWI Lampung, Ketua Harian Porwanas 2027, serta Ketua SIWO PWI Lampung.
“Turnamen mini ini penting untuk mengukur kekuatan tim dari provinsi lain sekaligus mengasah kemampuan atlet kita,” kata Sujarwo, yang juga menjabat Ketua DPC PERADI Bandar Lampung.
Sementara itu, Koordinator Atlet Catur Porwanas PWI Lampung, Zaini Tubara, mengatakan latih tanding kali ini diikuti 24 pecatur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum atlet memasuki program pemusatan latihan atau training center (TC).
“Kegiatan ini untuk mengetahui sejauh mana kemampuan para atlet catur. Latih tanding bersama pecatur senior Lampung diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan pengalaman bertanding para atlet,” ujar Zaini.
Ia menambahkan, latihan akan diupayakan berlangsung rutin setiap bulan melalui koordinasi dengan Manager Catur dan Ketua PWI Lampung.
“Kami berupaya menggelar latih tanding secara berkala dengan para pecatur senior, baik yang sudah bergelar Master Nasional maupun yang belum, sehingga kualitas atlet terus meningkat sebelum TC dilaksanakan,” katanya.
Dalam latih tanding tersebut, Yuan Doni keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Fikri, disusul Catur Angga Mukti di peringkat ketiga.
Selanjutnya, Bustanul berada di posisi keempat, Ramadhan kelima, Kevin keenam, Utha ketujuh, Cristian Ginting kedelapan, Herman kesembilan, dan Ginting di posisi kesepuluh. (*)








