Sekber Siber Pantau MBG Menunggu Penertiban BGN di Lampung

Redaksi

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Ilustrasi: Netizenku.com)

(Ilustrasi: Netizenku.com)

Pencopotan Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan digantikan oleh Nanik S Deyang disambut antusias komisioner Sekretariat Bersama (Sekber) Pantau MBG Provinsi Lampung.

(Netizenku.com): Hal tersebut seperti disampaikan komisioner Ahmad Novriwan. Menurutnya, dicopotnya Dadan merupakan langkah tepat untuk menyelamatkan program MBG. Terlebih Nanik yang dipilih sebagai penggantinya. Sehingga terbit kembali harapan akan ada perbaikan signifikan.

“Performance Nanik di MBG ibarat langit dan bumi dibanding Dadan. Nanik yang saat itu masih Wakil Kepala BGN terlihat intens turun lapang. Sigap sidak ke dapur-dapur MBG. Kalau ada yang tidak sesuai SOP, dia tegas memberi sanksi. Jangan-jangan sebagian besar SPPG yang sudah di-suspend BGN mayoritas hasil rekomendasinya,” kata Novriwan, Rabu (3 Juni 2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbeda dengan Dadan, sambungnya, kinerjanya nyaris tidak kentara untuk membenahi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga  Sekdaprov Lampung Dorong Penguatan PPID dan Pemanfaatan Media Sosial untuk Keterbukaan Informasi

“Ada banyak compang-camping di pelaksanaan program strategis nasional ini. Namun lamban penanganannya. Malah kalau dicermati terkesan terjadi pembiaran. Itu makanya, meski sudah berjalan 1,5 tahun, masih banyak dapur MBG yang tidak sesuai juknis,” sergah Novriwan.

Pandangan nyaris senada disampaikan Donny Irawan yang juga komisioner di Sekber Pantau MBG. Baginya, momentum pergantian pucuk pimpinan BGN ini harus dijadikan momentum untuk perbaikan pelaksanaan MBG secara menyeluruh.

“Jangan sampai kehilangan momentum. Ibu Nanik yang sudah diberi amanah oleh Presiden pasti tahu persis bagaimana kondisi yang tidak baik-baik saja di banyak dapur MBG. Lewat kapasitas barunya mestinya sudah saatnya buat gebrakan,” kata dia.

“Jangan tanggung-tanggung. Langsung gaspol. Beri sanksi SPPG yang mbalelo tak mematuhi juknis dan terkesan melihat program ini sebagai entitas bisnis semata,” sambung Donny.

Baca Juga  Ketua PP PMKRI Temui Massa Pati Melawan Jelang Aksi 27 Agustus

BGN Perwakilan Lampung Wajib Dievaluasi

Sementara Hendri Std, juga komisioner Sekber Pantau MBG, lebih menyoroti kinerja BGN yang berada di Lampung. Menurutnya, evaluasi mestinya juga diterapkan di daerah.

“Ini momen yang menjelaskan ternyata Presiden dan APH mendengarkan masukan dari publik. Itu mudah dipahami karena Presiden tidak mau ada ‘penumpang gelap’ yang mengeruk manfaat pribadi atau kelompok di program andalannya,” ungkapnya, seraya menyebut, Sekber berencana menyampaikan informasi terkait MBG di Lampung kepada Kepala BGN baru, Naniek S. Deyang

Hendri menyampaikan, Sekber Pantau MBG menemukan banyak kejanggalan pada pelaksanaan program tersebut, termasuk di tataran Koordinator Regional Lampung serta KPPG (kantor pelayanan pemenuhan gizi).

“MBG ini dibiayai oleh hasil pajak warga. BGN dibayar untuk mengurusi teknisnya. Mereka diupah oleh duit rakyat. Tapi saat warga dan pers mau mengakses data, bukan dipermudah justru disuruh lihat sendiri ke tumpukan data yang ternyata juga tidak bisa diakses,” terangnya.

Baca Juga  Gubernur Mirza Launching Perlindungan Jamsostek bagi 98.809 Pekerja Rentan di Lampung

Jadi, imbuh Hendri, terkesan informasi tentang MBG di Lampung ditutup rapat. Kalau pun ada yang mencoba mencari tahu akan dibuat keletihan. Sehingga benar-benar terbukti tidak ada satu pihak pun, di luar BGN perwakilan, yang bisa menjelaskan kondisi detail MBG di Lampung.

“Silakan tanya ke Koordinator Regional dan KPPG, sebenarnya berapa jumlah penerima manfaat riil di Lampung beserta rincian berdasar kategori penerimanya. Kami pernah sampaikan pertanyaan itu dan dijawab mereka belum memiliki data riilnya. Lantas MBG yang dibagikan saban hari di Lampung itu apa tidak terdata?” tukas Hendri prihatin. (*)

Berita Terkait

PFI Lampung Tegaskan Tim Media Gubernur Tak Berwenang Halangi Kerja Jurnalistik
Sigit Kribintoro Minta Tim Media Gubernur Lampung Dievaluasi
Status GAK Naik ke Siaga, BPBD Lampung Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer
Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung
Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota
Marindo Kurniawan Lantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung
BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026
IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:32 WIB

PFI Lampung Tegaskan Tim Media Gubernur Tak Berwenang Halangi Kerja Jurnalistik

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Sigit Kribintoro Minta Tim Media Gubernur Lampung Dievaluasi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Status GAK Naik ke Siaga, BPBD Lampung Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:46 WIB

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:27 WIB

IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Mikdar Apresiasi Kinerja Gubernur

Berita Terbaru

Lampung

Sigit Kribintoro Minta Tim Media Gubernur Lampung Dievaluasi

Minggu, 11 Okt 2026 - 22:27 WIB