Tahun Baru di Bawah Bayang Siklon: Lampung Diminta Waras di Tengah Euforia

Ilwadi Perkasa

Senin, 29 Desember 2025 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok: BMKG

Dok: BMKG

Pergantian tahun di Lampung kali ini semestinya tidak dibingkai oleh kembang api dan gegap gempita. Sebab, BMKG sudah menyalakan lampu kuning soal dinamika atmosfer di selatan Sumatra yang sedang tidak ramah. Siklon Tropis Bakung, yang terbentuk di Samudra Hindia barat daya Lampung, menjadi tanda-tanda bahwa akhir tahun 2025 berlangsung di bawah tekanan cuaca ekstrem. Tanda-tanda itu seharusnya membuat semua orang berfikir!

BMKG menegaskan, meski lintasan Siklon Bakung bergerak menjauhi daratan Indonesia, dampaknya tidak serta-merta hilang. Justru, Lampung berada di zona yang merasakan efek tidak langsung peningkatan curah hujan, angin kencang, serta gelombang laut tinggi di perairan selatan. Ini bukan spekulasi, melainkan pola yang berulang setiap kali sistem siklon aktif di sekitar Samudra Hindia.

Baca Juga  Kenakan Hanuang Bani, Gubernur Lampung Tampilkan Simbol Budaya dan Kepemimpinan

Fakta penting yang sering diabaikan publik adalah bahwa ancaman utama Lampung bukan badai yang mendarat, melainkan cuaca ekstrem mendadak. BMKG mencatat, memasuki puncak musim hujan, wilayah Lampung berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kombinasi ini cukup untuk memicu banjir lokal, pohon tumbang, longsor di wilayah perbukitan, hingga gangguan lalu lintas dan listrik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wilayah pesisir menjadi titik paling rentan. Gelombang tinggi di perairan barat dan selatan Lampung berisiko mengancam nelayan kecil, kapal penyeberangan, hingga wisata pantai yang biasanya padat saat malam tahun baru. Dalam bahasa sederhana, laut sedang tidak bersahabat, sementara darat belum sepenuhnya aman.

Baca Juga  Pemprov Lampung Perkuat Vokasi untuk Kerja Global

Ironisnya, peringatan ini hadir di saat mobilitas masyarakat berada di titik tertinggi. Libur panjang, konser terbuka, wisata pantai, dan tradisi merayakan tahun baru di ruang luar justru memperbesar eksposur risiko. Di sinilah pesan BMKG menjadi relevan dan mendesak, bukan melarang perayaan, tetapi menuntut kewarasan kolektif.

Lampung punya catatan panjang bencana hidrometeorologi. Banjir musiman, genangan perkotaan, hingga insiden laut akibat cuaca buruk bukan cerita baru. Karena itu, peringatan BMKG seharusnya dibaca bukan sebagai rutinitas tahunan, melainkan alarm yang menuntut respons nyata, baik dari pemerintah daerah, aparat, maupun masyarakat.

Baca Juga  Mirza: Jangan Tuntut Warga Taat Pajak Jika Pelayanan Belum Beres

Tahun baru semestinya menjadi momen refleksi, bukan tragedi yang berulang karena abai pada tanda alam. Dalam situasi cuaca seperti sekarang, kehati-hatian bukan tanda kepanikan, melainkan kedewasaan. Lampung tidak sedang diserang badai, tetapi sedang diuji, apakah euforia lebih penting daripada keselamatan.

Tahun baru tak kehilangan makna hanya karena dirayakan dengan lebih hati-hati. Justru, keselamatan adalah resolusi paling masuk akal. Di bawah bayang Siklon Bakung, perayaan paling bijak adalah yang tetap pulang dengan selamat.

Berita Terkait

Dua Antologi Sastra Dwibahasa Indonesia-Lampung Segera Diluncurkan
Mikdar Ilyas Dorong Pasar Murah di Lampung Digelar Secara Berkelanjutan
Gubernur Mirza: Pembangunan SDM Jadi Fokus Utama Kemajuan Lampung
Pemprov Lampung Tanam 25.000 Mangrove di Pesisir Pesawaran
Jihan Nurlela Dorong Kesetaraan Akses Layanan bagi Penyandang Disabilitas
Pemprov Lampung Dukung Pembentukan UPT Kemendukbangga/BKKBN
Gubernur Lampung Ajak Pramuka Perkuat Pengabdian dan Sinergi Bangun Generasi Muda
Bedah Rumah Lampung Naik Jadi 13.276 Unit, Pemprov Dorong Percepatan Hunian Baru untuk MBR

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 13:25 WIB

Dua Antologi Sastra Dwibahasa Indonesia-Lampung Segera Diluncurkan

Rabu, 23 September 2026 - 13:22 WIB

Mikdar Ilyas Dorong Pasar Murah di Lampung Digelar Secara Berkelanjutan

Selasa, 22 September 2026 - 20:11 WIB

Gubernur Mirza: Pembangunan SDM Jadi Fokus Utama Kemajuan Lampung

Selasa, 22 September 2026 - 19:20 WIB

Jihan Nurlela Dorong Kesetaraan Akses Layanan bagi Penyandang Disabilitas

Selasa, 22 September 2026 - 19:05 WIB

Pemprov Lampung Dukung Pembentukan UPT Kemendukbangga/BKKBN

Selasa, 22 September 2026 - 18:00 WIB

Gubernur Lampung Ajak Pramuka Perkuat Pengabdian dan Sinergi Bangun Generasi Muda

Selasa, 22 September 2026 - 16:53 WIB

Bedah Rumah Lampung Naik Jadi 13.276 Unit, Pemprov Dorong Percepatan Hunian Baru untuk MBR

Selasa, 22 September 2026 - 16:49 WIB

Mirza: Jangan Tuntut Warga Taat Pajak Jika Pelayanan Belum Beres

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Ribuan Warga Tubaba Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:36 WIB